Menghadapi malam tahun baru aku dan keluarga merencanakan untuk merayakannya di Monas, pada waktu itu aku pergi bersama kedua orang tua, adik, sepupuh dan yang pasti teman special.Kami mempersiapkan semuanya, mulai dari makanan dan minuman yang akan di bawa, lalu persiapan yang lainnya.waktu itu kami berangkat pada pukul 17.00 WIB, Kami pergi dengan perasaan senang karena akan melewati malam yang special di Monas. Ketika di perjalanan kami bercanda ria, merasakan nikmatnya kebersamaan dalam keluarga, ketika mobil kami baru saja memasuki jalan tol tiba-tiba ban mobil kami terasa tidak enak, rasanya ada sesuatu yang tidak beres, tapi ayah tidak menghiraukannya, hingga pada akhirnya Daaarrr….,,ban mobil kami meledak, pada waktu itu posisi mobil kami sedang berada di tengah jalan tapi syukurlah ayah masih bisa mengendalikan mobilnya, semua keluarga kaget dan merasa ketakutan, ayah mencoba menenangkan kami dan berusaha untuk mengendarai mobilnya ke pinggir walaupun harus tetap pelan-pelan, dari situ kami semua melihat keluar kalau bannya sudah benar-benar hancur, untung saja masih ada ban ganti yang ayah bawa, tapi kata ayah itu juga tidak akan menjamin kita akan sampai di monas karena itu hanya ban ganti yang mungkin tidak akan bertahan lama, pada waktu semua kebingungan, ragu apa perjalanannya harus tetap di lanjutkan atau kembali pulang!
Tapi semua sepakat ingin tetap melanjutkan perjalanan dan akhirnya ayah pun menyetujuinya, walaupun mengendarai mobilnya harus dengan pelan-pelan.
Perjalanan itu terasa cukup lama karena mobilnya melaju dengan sangat pelan khawatir bannya akan meledak lagi, tapi akhirnya kami bisa sampai tujuan dengan selamat.pada waktu itu kami sampai di sana pukul 21.00 WIB, keadaan disana sudah penuh oleh orang-orang yang tujuannya sama seperti kami, macet yang begitu panjang juga kami rasakan, keadaan berubah menjadi panas, setelah kami melewati macet yang panjang akhirnya kami bisa masuk di lingkungan monas, setelah kami masuk ayah bingung akan memakirkan mobilnya dimana karena tempat sudah sangat penuh, kami keluar pun tidak bisa karena pintu terhalang oleh kendaraan-kendaraan yang lain.